Kisah Maryam, Perempuan Istimewa Kesayangan Allah

1
695

Maryam adalah perempuan yang paling disayang oleh Allah SWT karena keshalihannya. Ia lahir dari seorang ibu bernama Hannah dan ayahnya bernama Imran salah satu ulama yang paling disegani di kaum Bani Israel. Namun sayang, ketika Maryam lahir ayahnya lebih dulu dijemput oleh Allah SWT.

Maryam terlahir sebagai anak yatim. Untuk memenuhi janji suaminya, Hannah akhirnya menyerahkan Maryam kepada Allah SWT untuk menjadi pengurus tempat ibadah kaum Bani Israil. Kemudian, Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria a.s.

Maryam tumbuh dewasa menjadi gadis yang shaleh dibawah asuhan Nabi Zakaria a.s. Ia sangat pandai menjaga pergaulan dan tidak pernah terbuai dengan ketampanan para lelaki. Ketika ada pria yang ingin mendekatinya, Maryam selalu berdoa kepada Allah agar dilindungi dari segala keburukan dan bencana.

Pada suatu hari, Maryam terkejut saat tengah bertasbih. Dia melihat seorang pria berdiri di hadapannya. Ini pertama kali Maryam berada di hadapan pria lain selain Nabi Zakaria. Pria itu ternyata Malaikat Jibril.

“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci,” ujar Malaikat Jibril.

“Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina,” jawab Maryam.

Allah kemudian berfirman dengan perantaraan Jibril, “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya “Jadilah”, lalu jadilah dia,”. (QS Ali Imran, 42-47).

Setelah kedatangan Malaikat Jibril, Maryam kemudian hamil. Saat kehamilam Maryam semakin membesar, orang pertama yang mengetahui adalah Yusuf bin Ya’kub an-Najjar, seorang ahli ibadah bani israil. Yusuf sempat terkejut karena dia mengetahui bahwa Maryam merupakan gadis yang taat ibadah dan sangat menjaga kesuciannya.

Sekuat apa pun menyembunyikan kehamilan dari masyarakat tetap akan diketahui. Maryam mendapat tuduhan atas kehamilan tanpa suami. Saat melahirkan putranya Isa Almasih, berbagai tuduhan zina datang silih berganti.

Maryam tak ingin menjawab tudingan tersebut. Dia pun mengisyaratkan agar orang-orang yang menudingnya berzina langsung bertanya kepada Isa Almasih yang saat itu digendongnya.

“Bagaimana mungkin kami berbicara dengan seorang anak bayi yang baru dilahirkan.”

Atas izin Allah, Isa Almasih tiba-tiba berbicara sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah.

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, dia memberiku Al-kitab (Injil) dan dia menjadikan aku seorang Nabi, dan dia menjadikan aku seorang yang di berkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku di lahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku di bangkitkan hidup kembali,”. (QS Maryam: 30-33).

Begitulah kisah perempuan suci kesayangan Allah SWT, Maryam. Semoga ada pelajaran baik yang dapat kita ambil dari kisahnya.

1 COMMENT