Kisah Wabah Gay, Lesbi & Kehancuran Kota Sodom

3
461

 

“Adik-adik, ini adalah kisah nyata yang paling heboh pada zaman Nabi Luth as. Allah Swt murka pada kaumnya karena melakukan dosa yang sangat hina, lalu mereka dibenamkan Allah Swt ke dalam bumi hingga jasad dan tulang-belulangnya remuk tak berbentuk.”

Nabi Luth adalah anak Hasan bin Tareh, saudara dari Nabi Ibrahim as. Ia diutus sebagai nabi kepada satu kaum yang mendiami daerah sepanjang Israel hingga Yordania, yaitu Laut Mati. Atau lebih dikenal dengan sebutan daerah Sodom. Di kota ini hampir seluruh kaumnya mengidap gaya hidup yang menyimpang yaitu gay dan lesbi atau hubungan intim sesama jenis pria dengan pria dan wanita dengan wanita. Mereka meninggalkan wanita-wanita untuk dijadikan istri serta menjamurnya kemaksiatan dimana-mana.

Apabila ada seorang pendatang yang hendak masuk ke kota Sodom, maka ia tidak akan selamat dari godaan dan gangguan masyarakatnya. Apabila mereka membawa barang-barang yang berharga, maka akan dirampas. Apabila tidak mau mengikuti aturan mereka, maka akan dibunuh. Apabila pendatang seorang lelaki yang memiliki wajah tampan-rupawan dan berbadan bagus, maka ia akan menjadi rebutan di antara para lelaki untuk dijadikan budak nafsu, begitupula sebaliknya.

Oleh sebab itu Allah Swt mengutus Nabi Luth untuk mengajak mereka kembali menyembah Allah Swt, menyebarkan kebaikan, serta bertobat, tidak lagi melakukan perbuatan-perbuatan gay dan lesbi yang sangat dibenci Allah Swt tesebut. Nabi Luth pun mulai berdakwah dari anak-istrinya, para saudara-saudaranya yang terdekat dan para tetangganya di sekitar tempat tinggalnya.

“Wahai saudara-saudaraku, marilah bertaqwa kepada Allah Swt? Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus Allah Swt kepada kalian.” Kata Nabi Luth dengan bijaksana.

Sebagian kecil saudara-saudaranya ada yang bertobat dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Luth, namun sebagian besar diantaranya banyak yang menolak dan mencemoohi semua ucapan-ucapan Nabi Luth. Nabi Luth bahkan diancam untuk diusir dari negerinya sendiri.

“Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti berdakwah, engkau termasuk orang yang akan kami usir dari negeri ini.” Jawab mereka tegas.

“Bertobatlah saudaraku! Kalian melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt. Kalian mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsu, bukan kepada para wanita yang sudah disiapkan Allah untuk dijadikan istri untuk kalian. Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fasiq itu, perbuatan yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun di dunia ini sebelum kalian.” Jelas Nabi Luth.

“Hahahaha… Lihatlah Luth dan para pengikutnya, mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” Jawab kaum Luth dengan nada mengolok-olok.

“Kalian benar-benar sudah melampaui batas.” Nabi Luth marah.

Bertahun-tahun Nabi Luth  berdakwah dari rumah ke rumah, keliling kampung, mendatangi berbagai perkumpulan untuk mengajak masyarakat untuk menghentikan perbuatan gay, lesbi dan melakukan amal-amal shaleh, tetapi mereka mengabaikannya dan malah mereka mengingkari kenabiannya. Telinga-telinga mereka sudah menjadi tuli dan hati mereka sudah terkunci mati dengan rayuan syetan yang menjerumuskan.

Suatu ketika Allah Swt mengutus 3 malaikat menyerupai pemuda dengan wajah yang sangat tampan untuk bertamu ke rumah Nabi Luth. Ternyata kabar kedatangan pemuda tampan ini sudah menyebar luas ke penjuru kota sehingga berdatanganlah para laki-laki gay ke rumah Nabi Luth untuk memuaskan hasrat nafsu seksualnya. Nabi Luth panik dan tidak ingin membuka pintu rumahnya. Karena kondisi sudah semakin kacau, akhirnya malaikat menyuruh Nabi Luth membuka pintunya. Ketika pintu itu dibuka Allah Swt membutakan kedua mata mereka sehingga mereka tidak bisa melihat dan berteriak-teriak membuat kekacaucan.

Allah Swt memerintahkan 3 malaikat untuk mengajak Nabi Luth dan kaumnya pergi meninggalkan kota. Karena kota Sodom akan hancur. Ketiga malaikat itu pun mengajak Nabi Luth, keluarga dan pengikutnya bergegas keluar rumah menuju perbatasan kota. Setelah sampai di perbatasan kota, di waktu fajar bergetarlah bumi kota Sodom dengan sangat dahsyat disertai angin yang begitu kencang, sehingga seluruh yang ada di permukaan tanah berterbangan dan langit seketika menjadi gelap. Lalu tidak lama kemudian Allah Swt menurunkan hujan batu dari langit dengan bertubi-tubi sehingga kota Sodom hancur lebur rata dengan tanah dan para manusia gay dan lesbi punah menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, sebagian besar dari mereka terbenam di dalam bumi.

Kaum Nabi Luth yang membangkan dan cinta gay dan lesbi dimusnahkan dengan bencana yang sangat mengerikan dan dahsyat. Kejadian ini terjadi sekitar pada tahun 1800 sebelum masehi dan diabadikan oleh Allah Swt dalam banyak ayat Al-Quran yaitu Surah Al A’raaf, An-Naml, At-Tahrim, Hud, Al-Qamar, Adz-Dzariyat, Al-Hijr dan surah Ash-Shaffat.

Selamatlah Nabi Luth, anak-anak dan para pengikutnya, kecuali istrinya yang berkhianat yang telah mendukung gay dan lesbi serta mengabarkan tentang kedatangan 3 malaikat tampan yang bertamu ke rumahnya. Ia termasuk golongan orang-orang yang berhianat.

“Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.” (QS. adz-Dzariyat: 35-37)

 

3 COMMENTS