Bunda, Perhatikan Hal Berikut Saat Memberikan MPASI untuk Anak

0
3306

Bunda, bayi sebaiknya hanya diberi ASI hingga ia berusia 6 bulan. Ini sesuai dengan rekomendasi beberapa ahli dan juga American Pediatric Association (APA). Setelah menginjak usia 6 bulan, Bunda dapat menyiapkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sebagai tambahan nutrisi bagi si Kecil. Tentu, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan ketika memberikan MP-ASI pada mereka. Berikut yang perlu Bunda perhatikan:

  1. Jangan terlalu banyak memberikan jus

Terlalu banyak memberikan jus pada bayi saat MP-ASI tahap pertamanya dapat menyebabkan diare. Hal ini dikarenakan kandungan serat dalam jus buah atau sayur terlalu tinggi. Kandungan nutrisinya pun lebih rendah jika dibandingkan dnegan buah yang dipotong-potong. Jus juga rentan menyebabkan lubang pada gigi si Kecil jika ia terlalu lama untuk menelannya.

  1. Hindari susu sapi

Susu sapi tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi di bawah 1 tahun. Karena tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi. Susu sapi yang dikonsumsi oleh bayi di bawah 1 tahun juga dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi.

  1. Hindari madu

Untuk bayi di bawah 1 tahun, madu dapat menyebabkan botulisme atau dapat berubah menjadi racun yang berpotensi merusak tubuh bayi. Ini disampaikan oleh dr. Arianti Widodo, Sp.A di mana madu yang dihasilkan lebah mengandung senyawa Clostridium Botulinum. Terkait dengan efek madu untuk anak di bawah usia 1 tahun dapat di baca pada artikel berikut ini.

  1. Hindari memberikan makanan kecil

Jangan memberikan anak makanan dengan potongan-potongan yang terlalu kecil. Selain itu, hindari memberikan biji-bijian ya, Bunda. Makanan dengan potongan kecil atau biji-bijian yang berbentuk kecil, rentan membuat bayi tersedak.

  1. Hindari menambah penyedap rasa, gula, dan garam

Saat tahap pertama MPASI, lebih baik perkenalkan rasa asli makanan yang ia makan, seperti sayur, buah, dan sebagainya. Jika Bunda ingin memberikan makanan ringan untuk si Kecil, pilih yang tidak mengandung penyedap rasa, tinggi gula, maupun garam ya. Selain langit-langit bayi yang belum terbiasa dengan berbagai rasa, ginjal dan sistem pencernaan bayi juga masih sangat rentan. Sehingga menghindarkan bayi dari penyedam rasa, tinggi gula dan garam, menurut penelitian lebih sehat untuk bayi saat tahap pertama MP-ASI nya.

  1. Hindari makanan cepat saji

Makanan cepat saji biasanya mengandung penyedap rasa, tinggi garam, atau tinggi gula. Oleh sebab itu, Bunda harus berhati-hati dalam memilih makanan atau camilan sehat untuk bayi. Lalu bagaimana dengan biskuit untuk bayi yang dijual di pasaran? Cek kandungan nutrisinya, apakah tinggi gula, mengandung garam dan penyedap rasa atau tidak. Buah dan sayur sebagai camilan untu bayi tentu lebih sehat dibanding makanan-makanan siap saji.

  1. Perhatikan nutrisinya

Terkait dengan nutrisi, Bunda tentu telah menaruh perhatian lebih banyak. Ya, tak mudah memang menyiapkan MP-ASI untuk Buah Hati. Si Kecil akan rentan diare jika terlalu banyak konsumsi serat. Si Kecil akan rentan obesitas jika terlalu banyak konsumsi karbohidrat. Bukan dilarang memberikan si Kecil makanan yang kaya serat dan karbohidrat. Namun, dibatasi untuk porsinya. Nah, untuk si Kecil, pertimbangkan untuk memberikan asupan yang seimbang. Bahan makanan yang tinggi protein bisa diberi porsi lebih banyak.